Bagaimana membaca buku dapat membantu Anda mengatasi stres dan kecemasan? Hal ini mungkin terdengar seperti solusi sederhana, tetapi sebenarnya membaca memiliki kekuatan yang luar biasa dalam mengurangi tingkat stres dan kecemasan yang kita rasakan sehari-hari.
Menurut penelitian yang dilakukan oleh University of Sussex, membaca dapat menurunkan tingkat stres hingga 68%. Dr. David Lewis, seorang neuropsikologis yang terlibat dalam penelitian tersebut, mengatakan bahwa “membaca adalah cara terbaik untuk melepaskan stres dan melupakan masalah sejenak.”
Bagi banyak orang, membaca buku merupakan bentuk escapism yang efektif. Dengan tenggelam dalam cerita dan karakter dalam buku, kita dapat melupakan masalah yang sedang kita hadapi dan merasakan ketenangan yang sulit didapat dari aktivitas lain.
Selain itu, membaca juga dapat membantu mengurangi kecemasan. Dr. Josie Billington, seorang peneliti sastra dari University of Liverpool, menyatakan bahwa membaca fiksi dapat membantu kita merasakan empati dan memahami perasaan orang lain, yang pada akhirnya dapat menenangkan pikiran dan mengurangi kecemasan.
Jadi, bagaimana cara memanfaatkan kekuatan membaca untuk mengatasi stres dan kecemasan? Pertama, pilihlah buku-buku yang sesuai dengan minat dan preferensi Anda. Apakah Anda lebih suka membaca novel fiksi, buku motivasi, atau buku-buku self-help?
Kedua, tentukan waktu khusus setiap hari untuk membaca. Misalnya, sebelum tidur atau saat istirahat makan siang. Dengan membuat waktu khusus untuk membaca, Anda dapat menciptakan rutinitas yang dapat membantu Anda merasa lebih tenang dan rileks.
Terakhir, jangan ragu untuk membicarakan buku yang Anda baca dengan orang lain. Diskusi tentang buku dapat membantu memperdalam pemahaman Anda terhadap cerita dan karakter, serta memberikan kesempatan untuk berbagi pandangan dan ide dengan orang lain.
Jadi, jangan remehkan kekuatan membaca dalam mengatasi stres dan kecemasan. Mulailah membaca buku hari ini dan rasakan sendiri manfaatnya! Seperti yang dikatakan oleh Jorge Luis Borges, “Saya selalu membayangkan bahwa surga adalah bentuk perpustakaan.”