Membaca Aja Sebagai Kebiasaan Positif di Era Digital


Membaca aja sebagai kebiasaan positif di era digital memang menjadi tantangan tersendiri. Di tengah kemudahan akses informasi melalui internet, kegiatan membaca seringkali tergeser oleh konten-konten yang lebih menarik secara visual. Namun, penting untuk diingat bahwa membaca tetap memiliki banyak manfaat positif bagi perkembangan dan kesejahteraan kita.

Menurut penelitian yang dilakukan oleh Dr. Maryanne Wolf, seorang ahli neurosains dan pengarang buku “Reader, Come Home”, membaca secara mendalam dapat membantu kita dalam memperkuat otak dan meningkatkan konsentrasi. Dalam wawancaranya dengan The Guardian, Dr. Wolf menyatakan bahwa membaca buku secara offline membantu otak untuk mengembangkan pemahaman yang mendalam dan kritis.

Selain itu, membaca juga dapat menjadi jendela dunia yang membuka wawasan dan pengetahuan baru. Menurut Stephen King, seorang penulis terkenal, “Books are uniquely portable magic.” Dengan membaca, kita dapat menjelajahi berbagai tempat, karakter, dan ide-ide yang mungkin tidak pernah kita temui dalam kehidupan sehari-hari.

Meskipun tantangan dalam membiasakan diri untuk membaca di era digital memang cukup besar, namun bukan berarti tidak mungkin untuk dilakukan. Ada beberapa langkah sederhana yang dapat kita lakukan untuk menjadikan membaca sebagai kebiasaan positif. Mulailah dengan menetapkan waktu khusus untuk membaca setiap harinya, tanpa gangguan dari gadget atau media sosial. Selain itu, pilihlah buku atau materi bacaan yang sesuai dengan minat dan kebutuhan kita.

Dengan membiasakan diri untuk membaca aja sebagai kebiasaan positif di era digital, kita dapat merasakan manfaatnya secara langsung bagi kesejahteraan dan perkembangan diri kita. Seperti yang dikatakan oleh Albert Einstein, “The only thing that you absolutely have to know, is the location of the library.” Jadi, mari kita mulai membiasakan diri untuk membaca dan menikmati keindahan dunia literasi.