Kiat Sukses Menjadi Pembaca Aktif dan Kritis
Menjadi pembaca aktif dan kritis adalah hal yang penting dalam kehidupan kita sehari-hari. Dengan membaca secara aktif, kita dapat memperluas pengetahuan dan wawasan kita. Sedangkan dengan membaca secara kritis, kita dapat mengembangkan kemampuan untuk menganalisis informasi yang kita terima. Namun, tidak semua orang mampu menjadi pembaca aktif dan kritis. Karena itu, kali ini kita akan membahas beberapa kiat sukses agar kita dapat menjadi pembaca aktif dan kritis.
Pertama-tama, kiat pertama untuk menjadi pembaca aktif dan kritis adalah dengan memilih bahan bacaan yang berkualitas. Menurut Ahli Psikologi Pendidikan, Dr. Bambang Yudoyono, dalam bukunya yang berjudul “Pembacaan Aktif dan Kritis: Teori dan Praktik”, ia menyatakan bahwa memilih bahan bacaan yang berkualitas sangat penting untuk mengembangkan kemampuan membaca kita. Dengan memilih bahan bacaan yang berkualitas, kita dapat memperoleh informasi yang benar dan dapat dipercaya.
Kiat kedua untuk menjadi pembaca aktif dan kritis adalah dengan membaca secara teliti. Menurut Penulis dan Jurnalis Terkemuka, Ahmad Rifai, dalam salah satu wawancaranya, ia menyatakan bahwa membaca secara teliti merupakan kunci utama dalam menjadi pembaca yang baik. Kita perlu membaca setiap kata dengan seksama agar kita dapat memahami isi dari bahan bacaan tersebut. Dengan membaca secara teliti, kita juga dapat menangkap informasi-informasi penting yang mungkin terlewatkan jika kita membaca dengan asal.
Kiat ketiga adalah dengan selalu bertanya dan mempertanyakan informasi yang kita terima. Menurut Profesor Komunikasi, Dr. Andi Wijaya, dalam salah satu seminar yang diadakannya, ia menyatakan bahwa menjadi pembaca kritis berarti kita tidak hanya menerima informasi begitu saja tanpa dipertanyakan. Kita perlu selalu bertanya tentang kebenaran informasi tersebut dan mempertanyakan sumber informasi tersebut. Dengan bertanya dan mempertanyakan informasi, kita dapat menghindari penyebaran informasi yang hoaks dan tidak benar.
Kiat keempat adalah dengan membandingkan informasi yang kita terima dengan sumber informasi lain. Menurut Pakar Sosiologi, Prof. Dr. I Made Sudana, dalam paper penelitiannya yang berjudul “Pembaca Kritis dalam Era Digital”, ia menyatakan bahwa membandingkan informasi yang kita terima dengan sumber informasi lain merupakan cara efektif untuk menguji kebenaran informasi tersebut. Dengan membandingkan informasi, kita dapat mengetahui apakah informasi yang kita terima benar atau tidak.
Kiat terakhir adalah dengan berdiskusi dan berbagi informasi dengan orang lain. Menurut Aktivis Literasi, Sinta Dewi, dalam salah satu workshop yang dihadirinya, ia menyatakan bahwa berdiskusi dan berbagi informasi dengan orang lain merupakan cara yang efektif untuk mengembangkan kemampuan membaca kritis kita. Dengan berdiskusi, kita dapat mendengar sudut pandang orang lain dan memperoleh informasi tambahan yang mungkin kita tidak peroleh sebelumnya.
Dengan menerapkan kiat-kiat di atas, kita dapat menjadi pembaca aktif dan kritis yang baik. Jangan lupa untuk terus melatih diri kita dalam membaca dan selalu mencari informasi yang benar dan dapat dipercaya. Sebagai penutup, kutipan dari Albert Einstein yang mengatakan, “Informasi bukanlah pengetahuan. Pengetahuan bukanlah kebijaksanaan. Kebijaksanaan bukanlah kebenaran. Hanya pembaca kritis yang dapat membedakan ketiganya.” Selamat membaca!