Di era digitalisasi seperti sekarang, banyak orang mungkin bertanya-tanya, mengapa buku masih penting? Apakah buku masih relevan di tengah kemajuan teknologi yang semakin pesat? Jawabannya sederhana, buku tetap memiliki peran penting dalam kehidupan kita, meskipun segala sesuatu kini bisa diakses secara digital.
Salah satu alasan mengapa buku tetap penting adalah karena buku memiliki kekuatan untuk menginspirasi, mengedukasi, dan mengubah hidup seseorang. Seperti yang dikatakan oleh Desmond Tutu, “Buku adalah jendela dunia. Mereka membuka pikiran, memperluas wawasan, dan mengubah cara kita melihat dunia.” Melalui buku, seseorang bisa belajar hal-hal baru, mendapatkan pemahaman yang lebih dalam tentang suatu topik, dan merasakan emosi yang mungkin tidak pernah dirasakan sebelumnya.
Selain itu, buku juga memiliki keunggulan tersendiri dibandingkan dengan bacaan digital. Menurut penelitian yang dilakukan oleh University of Stavanger, Norway, membaca buku cetak dapat meningkatkan pemahaman dan konsentrasi seseorang. Hal ini disebabkan oleh fakta bahwa ketika membaca buku, otak bekerja lebih intensif dalam memproses informasi daripada ketika membaca secara digital.
Sebagai tambahan, buku juga dianggap sebagai peninggalan budaya yang harus dijaga keberadaannya. Sebagaimana yang diungkapkan oleh John Ruskin, seorang kritikus seni dan filsuf asal Inggris, “Buku adalah harta karun yang tak ternilai. Mereka adalah suara dari masa lalu yang masih bisa kita dengar, dan cahaya dari masa depan yang masih bisa kita lihat.” Melalui buku, kita bisa menjelajahi berbagai peradaban dan memahami nilai-nilai yang telah ditinggalkan oleh generasi sebelumnya.
Dengan demikian, meskipun era digitalisasi telah merubah cara kita mengakses informasi, buku tetap memiliki tempatnya yang tak tergantikan dalam kehidupan kita. Seperti yang diungkapkan oleh Albert Einstein, “Buku bukanlah barang mewah, melainkan kebutuhan pokok bagi kehidupan manusia.” Oleh karena itu, mari kita terus menghargai dan memanfaatkan kekuatan yang terkandung dalam buku, karena buku tetap menjadi jendela dunia yang tak tergantikan dalam menjelajahi dan memahami dunia ini.