Jendela ilmu adalah sesuatu yang tidak boleh diabaikan dalam kehidupan kita sehari-hari. Salah satu cara untuk menggali manfaat dari jendela ilmu adalah dengan membaca buku. Buku adalah sumber pengetahuan yang tak terbatas, dan dapat memberikan banyak manfaat bagi kesehatan mental kita.
Menurut penelitian yang dilakukan oleh Dr. Keith Oatley, seorang profesor psikologi dari University of Toronto, membaca buku fiksi dapat membantu mengurangi tingkat stres dan meningkatkan kecerdasan emosional seseorang. Dalam wawancara dengan The Guardian, Dr. Oatley mengatakan, “Membaca buku fiksi dapat membantu seseorang memahami perasaan dan pikiran orang lain, sehingga dapat meningkatkan empati dan keterampilan sosial.”
Selain itu, membaca buku juga dapat membantu mengurangi risiko terkena penyakit Alzheimer dan demensia. Menurut penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal Neurology, orang yang rajin membaca buku memiliki risiko terkena penyakit Alzheimer yang lebih rendah dibandingkan dengan orang yang jarang membaca.
Tak hanya itu, membaca buku juga dapat membantu mengurangi gejala depresi dan kecemasan. Menurut Dr. Josie Billington, seorang peneliti sastra dari University of Liverpool, membaca buku dapat memberikan pengalaman yang dapat merangsang pikiran dan emosi seseorang, sehingga dapat membantu mengurangi gejala depresi dan kecemasan.
Sebagai masyarakat yang semakin sibuk dengan berbagai aktivitas, seringkali kita lupa untuk menyempatkan waktu untuk membaca buku. Padahal, menggali manfaat dari jendela ilmu baca buku sangat penting untuk menjaga kesehatan mental kita. Jadi, jangan ragu untuk meluangkan waktu setiap hari untuk membaca buku, dan rasakan sendiri manfaatnya bagi kesehatan mental kita. Semoga artikel ini dapat memberikan inspirasi bagi kita semua untuk lebih rajin membaca buku.