Mengapa Buku Tetap Relevan di Era Digital?


Mengapa buku tetap relevan di era digital? Pertanyaan ini mungkin terdengar kontradiktif, mengingat perkembangan teknologi yang semakin pesat dan memudahkan akses informasi melalui internet. Namun, fakta bahwa buku masih tetap diminati dan digunakan oleh masyarakat menunjukkan bahwa keberadaannya masih relevan, bahkan di tengah kemajuan teknologi.

Menurut seorang penulis dan penerbit terkenal, Paulo Coelho, “Buku adalah jendela dunia. Mereka adalah tempat di mana kita bisa menjelajahi berbagai ide, pengalaman, dan pengetahuan tanpa batas.” Pernyataan ini menegaskan bahwa buku memiliki nilai yang tidak bisa digantikan oleh media digital.

Salah satu alasan mengapa buku tetap relevan di era digital adalah karena pengalaman membaca buku fisik yang berbeda dengan membaca melalui layar. Menurut penelitian yang dilakukan oleh psikolog Daniel Goleman, membaca buku fisik dapat meningkatkan pemahaman dan daya ingat seseorang karena melibatkan lebih banyak indera, seperti sentuhan dan penciuman halaman buku.

Selain itu, keberadaan buku juga memberikan pengalaman yang berbeda secara emosional. Menurut peneliti sosial, Sherry Turkle, “Membaca buku adalah pengalaman yang intim dan pribadi. Kita bisa merasakan sentuhan halaman, mencium bau buku, dan merasakan kepuasan ketika menyelesaikan sebuah buku.”

Terlepas dari keunggulan teknologi dalam menyediakan informasi secara instan, buku tetap dianggap memiliki nilai yang lebih dalam dan abadi. Menurut seorang penulis terkenal, Neil Gaiman, “Buku adalah cara terbaik untuk menyimpan dan mewariskan pengetahuan dari satu generasi ke generasi berikutnya.”

Dengan demikian, meskipun teknologi terus berkembang, buku tetap memiliki tempatnya sendiri dalam kehidupan masyarakat. Sebagaimana disampaikan oleh Albert Einstein, “Buku adalah teman yang paling setia dan bijaksana yang dapat menemani kita dalam perjalanan kehidupan.” Jadi, jangan ragu untuk terus membaca buku, meskipun kita hidup di era digital.