Membangun budaya membaca di Indonesia merupakan sebuah upaya yang sangat penting untuk meningkatkan minat baca masyarakat. Peran buku sebagai media utama dalam menciptakan budaya membaca ini tidak bisa dianggap remeh. Sebagaimana yang dikatakan oleh Prof. Dr. Soemantri Brodjonegoro, “Buku adalah jendela dunia, melalui buku, kita bisa memperoleh pengetahuan dan wawasan yang luas.”
Menurut data yang dikeluarkan oleh Badan Pusat Statistik (BPS) pada tahun 2019, tingkat minat baca masyarakat Indonesia masih tergolong rendah. Hal ini tentu menjadi tantangan bagi kita semua untuk memperbaiki situasi ini. Salah satu langkah yang dapat dilakukan adalah dengan menggalakkan kegiatan membaca melalui berbagai media, terutama melalui buku.
Dalam hal ini, peran buku sebagai media utama sangatlah penting. Buku tidak hanya sebagai sumber informasi, tetapi juga sebagai sarana hiburan dan pembelajaran. Seperti yang diungkapkan oleh Prof. Dr. A. Setyawan Widyarto, “Buku memiliki kekuatan untuk mengubah pola pikir seseorang dan membuka cakrawala pemikiran yang lebih luas.”
Untuk membangun budaya membaca yang kuat di Indonesia, diperlukan kerjasama antara pemerintah, lembaga pendidikan, perpustakaan, dan masyarakat secara keseluruhan. Program-program literasi dan kampanye membaca perlu terus digalakkan agar minat baca masyarakat dapat meningkat.
Sebagai individu, kita juga dapat berperan aktif dalam membangun budaya membaca di sekitar kita. Setiap orang dapat mulai membiasakan diri membaca setidaknya 30 menit setiap harinya. Sebagaimana dikatakan oleh Nelson Mandela, “Pendidikan adalah senjata paling ampuh yang bisa kita gunakan untuk mengubah dunia.”
Dengan upaya bersama dan kesadaran akan pentingnya membaca, diharapkan masyarakat Indonesia dapat memiliki budaya membaca yang lebih baik di masa depan. Mari kita jadikan buku sebagai teman setia dalam perjalanan hidup kita, karena melalui buku, kita dapat menjelajahi dunia tanpa batas. Selamat membaca!